Bayar PBB Pakai Aplikasi PADEK, Kota Bengkulu Makin Padek

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi

SIBERKLIK.COM  - Pemkot Bengkulu telah melakukan inovasi teknologi untuk mempermudah masyarakat dalam pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan melaunching penggunaan aplikasi PADEK pada Jumat (18/4/). Aplikasi ini diyakini akan membuat masyarakat menjadi lebih mudah dan cepat dalam membayar PBB.

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi pun mengajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi si PADEK ini. Melalui penggunaan aplikasi ini juga, Dedy berharap capai pembayaran PBB bisa lebih optimal sehingga akan membuat Kota Bengkulu menjadi lebih PADEK.

"Salah satu keutamaan dari pembayaran PBB itu adalah unuk membangun infrastruktur bagi masyarakat kota.Jadi jika pembayaran PBB masyarakat bisa optimal maka pembangunan pun akan lebih optimal lagi sehingga bisa menjadikan Kota Bengkulu lebih PADEK lagi," kata Dedy.

Agar optimalisasi pembayaran PBB ini bisa berjalan dengan baik, tak sungkan di berbagai kesempatan, Walkot Dedy Wahyudi kerap kali membeberkan aplikasi si PADEK dari Badan Pendepatan Daerah (Bapenda) ini. "Aplikasi PADEK ini merupakan salah satu inovasi transformasi digitalisasi pertama dan satu-satunya di Provinsi Bengkulu, serta dapat dilakukan di manapun dan kapanpun serta bisa langsung dicetak sendiri SPPT PBB maupun jenis pajak lainnya," jelas Dedy.

Masyarakat dapat mengakses melalui handphone android untuk pembayaran PBB, pajak restoran, pajak hiburan dan lainnya melalui sejumlah bank yang telah bekerjasama dengan Bapenda Kota Bengkulu.

"Jadi bapak - ibu (masyarakat, red), tak perlu susah-susah datang ke kantor. Cukup lewat hp saja. Nanti bapak-ibu juga berkesempatan mendapatkan hadiah sepeda motor, nanti kita undi," ujar Walikota.

Inovasi ini untuk memudahkan para wajib pajak agar menunaikan kewajibannya. Dengan harapan para wajib pajak patuh membayar pajak dan mendukung pembangunan kota.

Hal ini sangat penting mengingat peran serta masyarakat dalam membayar pajak merupakan salah satu unsur untuk membiayai pembangunan, seperti jalan, jembatan, irigasi dan lainnya.

Dalam artian membayar pajak juga sebagai bentuk tanggungjawab WNI dalam mendukung dan menyukseskan program pembangunan berkelanjutkan, khususnya pembangunan Kota Bengkulu tercinta. (AK)