SIBERKLIK.COM - Ini adalah kisah pilu yang bukan menjadi contoh baik bagi warga Bengkulu khususnya. Fahra (15) siswi SMA 3 Bengkulu memilih mengakhiri hidupnya dengan cara yang tak lazim pada Senin, 19 Oktober 2026 sekitar sore menjelang maghrib di kawasan pantai Berkas.
Kejadian yang menimpa Fahra ini membikin heboh pengujung pantai Berkas dan warga sekitar. Jagat media sosialpun ramai membicarakan kejadian ini. Mereka bertanya, ada apa gerangan hingga gadis cantik ini mengakhiri hidupnya sendiri.
Kapolsek Teluk Segara, AKP Noprizal, mengungkap kronologis bagaimana Fahra menenggelamkan dirinya (Bundir) di kawasan Pantai Berkas, pada sore itu.
Korban diketahui adalah warga Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar. Sebelum ke pantai Berkas, Fahra dikabarkan sempat mengalami cekcok dengan orang tuanya di rumahnya. Seperti dilansir dari Harian Rakyat Bengkulu Online. Diduga korban berangkat dalam kondisi emosi setelah terjadinya perselisihan.
Setibanya di Pantai Berkas, Fahra memarkirkan motornya lalu menuju pantai.
"Gerak-gerik korban ini menarik perhatian dua remaja yang saat itu berada di lokasi, yakni Dio (15) dan Refki (15) Keduanya menjadi saksi kunci upaya pencegahan sebelum korban masuk ke perairan," terang Noprizal di hadapan warga di pos pencarian.
Noprizal juga Kapolsek Teluk Segara membenarkan adanya upaya penyelamatan yang dilakukan kedua saksi.
“Berdasarkan keterangan awal saksi, mereka sempat berusaha mencegah dan menahan korban agar tidak masuk lebih jauh ke laut. Namun upaya tersebut tidak berhasil,” jelas AKP Noprizal di posko SAR Pantai Berkas, Senin malam.
Menurut keterangan yang dihimpun, Dio dan Refki berusaha mengejar korban ketika korban berjalan ke arah tengah pantai. Korban disebut meronta hingga terlepas dari pegangan saksi.
“Teman saya sempat mencoba menghalangi, tetapi korban sudah berlari lebih jauh ke arah laut ketika situasi sulit dikendalikan,” ujar Refki, salah satu saksi, dengan kondisi masih syok.
Upaya lanjutan di dalam air juga terkendala kondisi. Derasnya arus dan kondisi yang mulai gelap menyulitkan pencarian.
“Arus cukup deras dan kondisi gelap menjadi kendala, sehingga korban tidak lagi terlihat,” tambah AKP Noprizal. (**)