SIBERKLIK.COM - Sebagai salah satu bentuk realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Dosen Jurusan Budidaya Pertanian (BDP) Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (UNIB) melakukan kegiatan pengabdian pembinaan kepada masyarakat di Desa Padang Betuah.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada Kelompok Wanita Tani (KWT) 2 Desa Padang Betuah yang berjumlahkan anggota sekitar 30 orang ibu-ibu kelompok tani yang diketuai oleh Ibu Rosna Winda. Kegiatan pengabdian ini untuk memberikan pelatihan kepada ibu-ibu KWT 2 Desa Padang Betuah mengenai pengolahan komoditas jahe dengan menggunakan jahe putih dan jahe merah yang masih muda dan yang sudah tua menjadi aneka olahan seperti acar jahe, permen jahe dan ting-ting jahe.

Kegiatan ini dilakukan pada hari Jumat, 18 November 2022 yang sebelumnya sudah dilakukan koordinasi awal bersama Ketua dan anggota pengurus KWT 2 Padang Betuah untuk menyepakati jadwal dan tempat pelaksanaan kegiatan pelatihan pada Oktober lalu.
Tim pengabdian beranggotakan 3 orang tim dosen jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yakni Prof. Dr. Ir. Alnopri, M.S. selaku Ketua Pelaksana, Dr. Hesti Pujiwati, S.P.,M.Si. selaku anggota dan Septiana Anggraini, S.P.,M.Si. selaku pendamping. Selain itu juga melibatkan 3 orang mahasiswa program studi Agroekoteknologi yaitu Choirun Nisa, Egia Fraes Brahmana, dan Aurelia Ulva Rahmah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di rumah warga yaitu dirumah ibu Rosna Winda selaku ketua KWT 2 Desa Padang Betuah dan disambut baik oleh ibu-ibu kelompok wanita tani dengan diawali sambutan dan pembukaan dari Prof. Dr. Ir. Alnopri, M.S.

KWT 2 Desa Padang Betuah sangat potensial untuk melakukan pengolahan tanaman jahe karena KWT ini merupakan kelompok yang aktif melakukan budidaya pertanian dan kegiatan pengolahan hasil pertanian. Selama ini KWT 2 Padang Betuah sangat ini bisa membuat dan menghasilkan produk olahan dari komoditas jahe, namun belum mengetahui secara detail teknologi pengolahan yang tepat.
Pelatihan dengan praktek langsung pembuatan aneka olahan jahe ini dilakukan dengan penuh semangat para ibu-ibu untuk menghasilkan produk olahan jahe yang berkualitas mulai dari pembuatan acar jahe, permen jahe hingga ting-ting jahe. Dalam pembuatan acar jahe diperlukan jahe yang masih muda karena aroma dan tekstur nya masih lunak tidak terlalu keras dan tidak terlalu terasa pahitnya.

Jahe yang digunakan biasanya jahe putih atau jahe gajah. Dengan diiris tipis dan direndam dengan air cuka dan gula yang sudah dimasak selama semalam akan membuat acar semakin terasa fresh ketika disantap. Untuk pembuatan permen dan ting-ting jahe digunakan jahe yang sudah tua. Agar aromanya semakin kuat dan khas, dapat dengan menggunakan jahe putih dan jahe merah yang sudah diparut halus kemudian dicampurkan gula yang sudah dilarutkan. Hanya bedanya ting-ting jahe menggunakan bahan tambahan yaitu kepala parut yang sudah disangrai dan wijen sebagai pelengkap.
“Semoga pengolahan produk dari jahe ini, acar jahe, permen jahe dan ting-ting jahe serta produk yang sudah dijalankan sebelumnya yaitu jahe instan dan sirup jahe akan terus berlanjut kedepannya dan akan berjalan lancar pemasarannya mengingat produk olahan jahe saat ini sudah banyak sekali diminati baik dari kalangan anak-anak hingga orang tua,” ujar Prof. Alnopri selaku ketua pelaksana pengabdian.

Ibu-ibu peserta pelatihan yang hadir sangat antusias dengan apa yang disampaikan oleh tim pengabdian, terlebih lagi ini memang selama ini mereka telah membudidayakan tanaman jahe dari hasil pengabdian sebelumnya. Namun selama ini sedikit terhambat karena tanaman jahe yang dibudidayakan di lahan perkebunan sering mengalami kerusakan akibat diganggu atau diserang oleh monyet.
Oleh karena ibu tim pengabdian memberikan solusi untuk dapat terus membudidayakan tanaman jahe dengan menyediakan dan memberikan polibag kepada ibu-ibu kelompok wanita tani padang betuah dan bibit jahe putih dan jahe murah untuk ditanam di pekarangan atau halaman depan rumah saja dengan menggunakan polibag yang dibagikan oleh tim pengabdian.

Di akhir acara Tim pengabdian Dosen UNIB memberikan polibag dan bibit jahe serta beberapa bahan yang dapat digunakan untuk membuat aneka olahan jahe seperti acar jahe, permen jahe dan ting-ting jahe. Ibu-ibu KWT 2 Desa Padang Betuah sangat berterima kasih sekali dengan kegiatan pengabdian oleh Tim Dosen dari UNIB yang selalu bersedia membagikan ilmu dan pengetahuan teknologinya dalam menghasilkan produk-produk olahan khususnya dari jahe hingga mengajarkan sampai tahap pengemasan dan pemasaran sehingga dapat membantu meningkatkan penghasilan dan perekonomian KWT 2 Desa Padang Betuah.
“Kami sangat berterima kasih sekali kepada tim pengabdian dari UNIB sudah bersedia membimbing kami dalam mengolah jahe menjadi berbagai aneka olahan, semoga bisa membantu kami menambah penghasilan kami disni” ujar ketua KWT 2 Padang Betuah.
Hal ini diharapkan akan menjadi motivasi dan semangat kepada warga desa Padang Betuah dalam menjalankan aktivitas bertanam jahe hingga membuat olahan aneka produk dari komoditas jahe. (RL)