BENGKULU UTARA — Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Utara memperkuat sinergitas lintas instansi dengan menyambut kedatangan Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia. Pertemuan yang sarat akan pembahasan strategis terkait pembangunan kawasan transmigrasi tersebut berlangsung di ruang kerja Kapolres Bengkulu Utara pada Selasa (4/8/2026).
Pertemuan penting ini dihadiri langsung oleh Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos, S.IK, M.H., didampingi Kasat Lantas Polres Bengkulu Utara IPTU Hendrian Syahputra, S.Tr.K., S.I.K., M.H., KBO Sat Intelkam IPTU Ishar, KBO Sat Binmas IPTU Gusrel Afandi, dan Kanit Ekonomi Satintelkam IPDA Kamtono. Hadir pula Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara Sdr. Sutrino bersama para perwakilan dari Tim Ekspedisi Patriot Kementerian RI.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Bengkulu Utara menegaskan komitmen jajarannya untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran tugas pemetaan dan penelitian yang dilakukan oleh para akademisi di daerah transmigrasi.
"Kami jajaran Polres Bengkulu Utara pada prinsipnya menyambut baik serta siap memberikan dukungan penuh dan pengamanan selama kegiatan Ekspedisi Patriot ini berlangsung. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan akademisi sangat penting untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, sehingga proses pemetaan sosial dan pembangunan di kawasan transmigrasi, khususnya di wilayah Lagita Kecamatan Ketahun, dapat berjalan lancar demi kesejahteraan masyarakat," tegas AKBP Bakti Kautsar Ali.
Sementara itu, pihak Tim Ekspedisi Patriot memaparkan bahwa agenda utama keberadaan mereka di Kabupaten Bengkulu Utara dijadwalkan berlangsung selama empat bulan. Maksud dari penugasan ini adalah untuk melakukan pemetaan komprehensif terkait perkembangan dan kemajuan masyarakat transmigrasi, meliputi aspek kesehatan, pemanfaatan lahan, hingga harmonisasi hubungan sosial antara warga transmigrasi dengan warga lokal.
Adapun tujuannya adalah menyusun laporan akhir yang komprehensif untuk diserahkan kepada Kementerian Transmigrasi Pusat.
Laporan ini diharapkan mampu menjadi acuan dan gambaran nyata bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan, khususnya bagi Tim Ekspedisi Patriot 2 yang diterjunkan di Wilayah Lagita, Kecamatan Ketahun.
Selain persoalan sosial dan penataan wilayah, Tim Ekspedisi Patriot turut menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dapat memberikan perhatian serius terhadap hilirisasi komoditas kelapa sawit.
Sektor ini dinilai sebagai urat nadi perekonomian utama bagi masyarakat setempat, sehingga pengolahan produk turunannya secara mandiri di daerah diyakini mampu mendongkrak kesejahteraan warga secara signifikan.
Diketahui, para peneliti yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot ini berasal dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Khusus untuk Kabupaten Bengkulu Utara, sebanyak enam orang peneliti dari latar belakang disiplin ilmu ekonomi, pertanian, peternakan, dan industri dilibatkan langsung guna mengawal percepatan pembangunan kawasan transmigrasi secara optimal.