PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib: Mengolah Sampah Menjadi Pupuk Organik

Tim PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib Melakukan Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Pupuk Organik Kepada Kelompok Karang Taruna Kelurahan Talang Permai Kota Bengkulu.

SIBERKLIK.COM - Sampah yang menjadi salah satu permasalahan yang dialami warga Kota Bengkulu saat ini agaknya tak menjadi masalah lagi. Hal ini karena sampah bisa menjadi sumber pundi-pundi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya seperti kegiatan yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Unib yang terdiri dari Dr Sigit Sudjatmiko (Ketua), Dr Yulian (Anggota), dan Dr Marlin (Anggota).  Melalui program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM), mereka mengolah sampah menjadi pupuk organik.

PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib

Ketua tim PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib, Dr Sigit Sudjatmiko kepada media ini mengatakan bahwa  sasaran kegiatan dilakukan kepada kelompok Karang Taruna Talang Permai di Kelurahan Pematang Gubernur Kota Bengkulu.

"Pelaksanaannya dibagi menjadi dua kegiatan utama, yakni pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan padat (POC dan POP) dan yang kedua adalah kegiatan budidaya sayuran secara organik yang dilaksanakan di laboratorium Agronomi Unib serta dilanjut degan kunjungan lapangan unit POC anaerob," katanya.

PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib

"Tahapan berikutnya dilaksanakan di Desa Talang Kering juga dalam bentuk pelatihan pembuatan POC dan POP serta menanam sayuran secara organik," lanjut Sigit menerangkan.

Ada sekitar 20 orang peserta yang ikut dalam pelatihan ini. Peserta pelatihan mayoritas para pemuda. Para peserta mengikuti pelatihan dengan cermat, aktif dan menyimak semua penjelasan yang diberikan oleh tim PPM. 

"Produk yang dihasilkan dalam pelatihan ini yaitu POC dalam kemasan botol dan POP dalam kemasan kantong plastik yang bisa dijual. Selain itu ada produk sayuran yang bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual," terangnya.
 

PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib

"Sayuran yang ditanam adalah kangkung, bayam, pakchoy, tomat, cabe, buncis, kacang panjang, timun dan jagung manis," lanjutnya. 

Usai pelatihan, Sigit selanjutnya menerangkan bahwa para peserta akan diberi bimbingan agar kualitas POC dan POP yang dihasilkan dapat memiliki kualitas yang standar, diantaranya terdapat informasi kandungan unsur N, P dan K.

PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib

Melihat solutifnya kegiatan ini dalam pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat, Ketua Tim PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib, Dr Sigit Sudjatmiko serta pihak dari Karang Taruna Talang Permai berharap agar ada perhatian lebih serius dari Pemerintah Kota Bengkulu. Terlebih lagi kegiatan ini merupakan inisiatif dari para pemuda dan sangat mendukung program Pemkot tentang pengelolaan sampah. (rl)

PPM Jurusan Budidaya Pertanian Unib