SIBERKLIK.COM - Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu kini telah memiliki ruang inap baru, namanya ruang Madinah. Ruangan ini berjumlah 39 kamar dan telah memenuhi kualifikasi standar dari pemerintah untuk jenis ruang rawat inap atau Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
KRIS sendiri merupakan sistem baru dalam BPJS Kesehatan yang menstandarkan ruang kelas rawat inap. Dimana nantinya peserta tidak ada lagi perbedaan ruang kelas 1, 2 dan 3. Semua ruang kelas rawat inap akan sama. Penerapan KRIS sendiri akan dimulai secara bertahap pada tahun 2025 ini dan sepenuhnya berlaku pada 30 Juni 2025.
Walkota Bengkulu Dedy Wahyudi secara langsung meresmikan penggunaan ruang rawat inap Madinah ini pada Kamis, (24/4) di RSHD Kota Bengkulu.Ikut juga dalam kegiatan grand opening ini,Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing, Sekda Kota Bengkulu Ir. Arif Gunadi, Kadis Kesehatan Kota Bengkulu Joni Hariyadi. Kehadiran para pejabat ini didampingi langsung Direktur RSHD Kota Bengkulu, dr. Lista Cerlyviera, MM.
Dalam sambutannya, Walkot Dedy sangat mengapresiasi manajemen RSHD yang telah berhasil membangun ruang rawat inap yang baru. Terlebih lagi ruang ini telah memenuhi standarisasi yang diberlakukan pemerintah dalam memberikan pelayanan pasien.
"Pengembangan RSHD ini merupakan wujud hadirnya pemerintah (Pemkot Bengkulu) di tengah masyarakay yang terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Terkhusus dalam layanan kesehatan. Hadirnya rawat inap Madinah ini akan membuat layanan pasien yang berobat akan lebih optimal lagi," katanya.
Selaiin meresmikan ruang rawat inap Madinah, Walkot Dedy juga melaunching dibukanya layanan dua poli baru di RSHD yakni Poli Instalasi Patologi Anatomi dan Poli Paru. "Kehadiran dua poli baru ini juga bagian dari peningkatan layanan di RSHD. Sehingga nantinya warga kota tak perlu jauh-jauh keluar kota untuk berobat. Cukuplah di RSHD," ujarnya.
Sementara itu Direktur RSHD Kota Bengkulu dr. Lista Cerlyviera, MM kepada media ini mengatakan bahwa keberadaan ruang rawat inap Madinah ini sebagai upaya pihaknya untuk meningkatkan status atau type RSHD. "Salah satu syarat untuk menaikan type rumah sakit yaitu harus memiliki 200 kamar. Saat ini dengan adanya ruang Madinah maka jumlah kamar di RSHD menjadi 173 kamar rawat inap. Ke depan jumlah kamar ini akan terus kita tingkatkan agar bisa memenuhi persyaratan untuk naik type," ujarnya.
Lista juga menjelaskan bahwa ruang rawat Madinah ini teah memenuhi standar KRIS. Rencananya ruang ini akan digunakan untuk melayani pasien-pasien yang terindikasi pasien terindiksi diagnosa syaraf atau neuro serta untuk pasien penyakit dalam. "Jadi untuk pasien yang terkena penyakit syaraf, stroke serta penyakit dalam lainnya akan dirawat di ruangan ini," terangnya.
Ruang rawat inap Madinah ini memang bukan kelas VIP. Namun Lista memastikan bahwa kenyamanan dan privasi pasien akan sangat terjaga. "Ruangan ini memiliki kamar mandi di dalam. Kemudian pasien memiliki kamar tidur tersendiri sehingga keluarga pasien bisa lebih nyaman dalam menjaga," jelasnya.
Lista sendiri mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan oleh Walikota Bengkulu, beserta jajarannya. Ia mengatakan Pemkot Bengkulu selalu memberi perhatian penuh dan bantuan kepada rumah sakit ini untuk bisa terus meningkatkan kualitas layanannya.
"Peran Pemkot Bengkulu dalam peningkatan kualitas RSHD sangatlah besar. Tentu kami mengucapkan terimakasih atas bantuan dan arahan yang telah diberikan kepada kami selama ini,:" pungkasnya. (AK)