Bhabinkamtibmas Polresta Bengkulu Mediasi Perkelahian Anak, Kedua Keluarga Sepakat Berdamai

Bhabinkamtibmas Polresta Bengkulu Mediasi Perkelahian Anak, Kedua Keluarga Sepakat Berdamai

BENGKULU — Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Segara Polresta Bengkulu melaksanakan kegiatan problem solving terkait perkelahian anak yang terjadi di Jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu. Kegiatan mediasi tersebut berlangsung di rumah Bapak Rudi, Jalan Irian RT 01/RW 01, Kelurahan Tanjung Agung, Rabu (19/8/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Agung Bripka Juanda Tori bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Pasar Bengkulu Brigpol Roni Andiko, S.H. Mediasi mempertemukan Muhammad Gilbert Wijaya, warga Kelurahan Pasar Bengkulu, dengan Bambang Saputra, warga Kelurahan Tanjung Agung.

Perselisihan yang terjadi pada Selasa (18/8/2026) tersebut mengakibatkan Bambang Saputra mengalami luka pada bagian pelipis mata. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Bhabinkamtibmas bersama keluarga kedua pihak, perangkat lingkungan, serta tokoh adat melakukan musyawarah untuk mencari penyelesaian terbaik.

Dalam musyawarah tersebut, kedua keluarga sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Pihak keluarga Muhammad Gilbert Wijaya juga bersedia menanggung biaya pengobatan Bambang Saputra. Kesepakatan perdamaian tersebut kemudian dituangkan dalam surat perjanjian perdamaian.

Proses mediasi turut disaksikan Ketua RT 01 dan Ketua RW 01 Kelurahan Tanjung Agung, Ketua RT 07 dan Ketua Adat Kelurahan Pasar Bengkulu, kedua Bhabinkamtibmas, serta keluarga dari kedua belah pihak.

Kasat Binmas Polresta Bengkulu AKP Nurlaila, S.Sos., menyampaikan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis yang dilakukan Bhabinkamtibmas dalam menjaga situasi kamtibmas di tengah masyarakat.

“Bhabinkamtibmas hadir untuk membantu masyarakat mencari solusi atas setiap permasalahan yang terjadi. Melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan, diharapkan persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik lanjutan,” ujar AKP Nurlaila.

Ia juga mengapresiasi sikap kedua keluarga yang memilih menyelesaikan persoalan melalui jalur perdamaian dengan melibatkan perangkat lingkungan dan tokoh adat setempat.

“Kami mengapresiasi kedua keluarga yang telah mengedepankan musyawarah dan perdamaian. Kesepakatan ini menjadi langkah positif untuk menjaga hubungan baik serta mencegah terjadinya perselisihan kembali di kemudian hari,” tambahnya.

Lebih lanjut, AKP Nurlaila mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anak-anak agar tidak mudah terlibat dalam tindakan kekerasan maupun perselisihan.

“Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pengawasan dan pembinaan kepada anak. Kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, kondusif, serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan secara damai,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, lancar, dan kondusif. Hasil mediasi juga diharapkan dapat mempererat kembali hubungan kedua keluarga serta meningkatkan sinergi antara masyarakat dan Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polresta Bengkulu.