Produk UMKM Kopi Sintaro Bengkulu di Level Dunia

Supriadi (berdiri) saat memberi penjelasan tentang kopi Sintaro hasil produksinya yang masuk pasar dunia.

SIBERKLIK.COM -  Provinsi Bengkulu boleh berbangga. Pasalnya, produk UMKM kopi Sintaro kini sudah masuk level dunia. Asa menjadikan produk UMKM asal Bengkulu untuk go internasional dan berorientasi ekspor bisa menjadi nyata.  

Kopi Sintaro sendiri adalah varietas kopi Robusta unggulan Provinsi Bengkulu,  khususnya dari Kabupaten Rejang Lebong. Kopi ini memiliki beberapa klon unggulan seperti Sintaro 1, 2, dan 3, serta Sehasen. Semunya produk kopi ini , memiliki potensi produksi dan kualitas biji terbaik. 

Salah satu UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesi (KPwBI) Provinsi Bengkulu Coffe Lestari melakukan pengembangan produk kopi Sintaro. Hasilnya, luar biasa. Caffe Lestari buatan Supriadi kini tidak hanya terkenal di skala nasional, namun mendunia.

Berbagai ajang pameran kopi telah diikuti oleh Supriadi dengan produk Coffe Lestari nya. Baik itu pameran tingkat nasional maupun internasional. Keikut sertaan Coffe Lestari ini tentu tak lepas dari bantuan KPwBI Bengkulu yang banyak memberikan bantuan baik teknis maupun non teknis.

Terakhir Coffe Lestari mengikuti ajang World of Coffe di JCC Jakarta pada 15-17 Mei 2025. Ini adalah ajang yang sangat bergengsi. Tak sebarang produk kopi bisa ikut dalam pameran kopi dunia ini. Sebab produk yang dipamerkan, haruslah lolos penilaian kurasi. Hebatnya, produk kopi Sintaro Coffe Lestari sendiri tak hanya lolos kurasi namun meraih peringkat kedua hasil penilaian yang dilakukan di laboratorium 5758 Bandung. 

Keberhasilan Coffe Lestari menembus ajang internasional ini tak hanya membawa berkah bagi sang pemilik usaha, Supriadi. Secara tidak langsung nama Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu juga ikut terangkat. 
Diakui Supriadi, keberhasilannya dalam mengenalkan produk Coffe Lestari hingga ke tingkat dunia tak lepas dari bantuan kantor perwakilan Bank Indonesia Bengkulu. "Alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir ini kami mendapat bantuan dari BI Bengkulu. Tidak hanya bantuan teknis tapi juga non teknis, salah satunya bantuan pembuatan rumah jemur kopi," terangnya.

Binaan yang dilakukan oleh BI Bengkulu terhadap pelaku UMKM Coffe Lestari memberi dampak yang cukup besar. Supriadi yang dulunya hanya seorang kuli bangunan dan nyambi berjualan kopi bubuk, kini telah menjadi seorang pengusaha kopi yang cukup sukses. 

Produk kopi yang dihasilkan Supriadi laris manis. Produksinya pun semakin meningkat. Ini tak lepas dari banyaknya permintaan dari luar. Dalam ajang Worldof Coffe, Supriadi mendapat letter of intens untuk ekspor sebanyak 5 ton perbulan.

Adanya permintaan yang tinggi ini tentu menjadi kabar baik. Namun masalahnya Supriadi mengaku tak sanggup untuk memenuhi permintaan tersebut. "Senang dapat order, tapi kami tak memiliki bahan baku yang cukup untuk memenuhi permintaan itu," jelasnya.

Supriadi sangat berharap usaha yang dilakukannya ini bisa mendapat perhatian lebih dari Pemda. Baik itu provinsi maupun kabupaten. "Dari pihak provinsi kemarin ada dari pihak Gubernur Bengkulu yang datang ke tempat kami dan membicarakan tentang usaha yang kami lakukan. Semoga saja nanti ada program yang lebih baik dan jelas terkait pengembangan kopi Bengkulu," harapnya. (AK)