SIBERKLIIK.COM - Sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) di pasar Panorama yang berjualan di bahu jalan dan trotoar dan melanggar aturan dibongkar oleh Sat Pol PP Kota Bengkulu pada Sabtu (10/5). Hal ini dilakukan sebagai upaya penertiban kawasan pasar.
Penertiban itu juga sebagai bagian atas rencana Pemkot Bengkulu untuk membuat aunig di kawasan pasar Panorama sebagai bentuk untuk menata pasar yang modern, nyaman dan tertata rapi. Ini merupakan bagian dari program prioritas Walikota Dedy Wahyudi dan Wawali Ronny PL Tobing dalam 100 hari kerja.
Walkot Dedy mengatakan kondisi pasar Panorama yang selama ini semrawut dan tidak tertata rapi menjadi alasan utama untuk merevitalisasi kawasan tersebut. Ia pun meiminta kepada Disperindag dan Satpol PP untuk melakukan penetiban para pedagang secara humanis.
“Pasar Panorama ini salah satu pusat ekonomi masyarakat yang penting, tetapi kita tidak bisa biarkan kondisinya seperti sekarang. Banyak pedagang yang berjualan di bahu jalan dan trotoar, menyebabkan kemacetan dan ketidaknyamanan. Karena itu, kita akan membangun pasar yang lebih modern, bersih, dan tertib," katanya.
Sementara itu Kadisperindag Kota Bengkulu Bujang HR menjelaskan bahwa sebelum pembongkaran pihaknya melalui UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Pasar,telah melakukan sosialisasi maupun surat teguran kepada para pedagang sejak dua bulan terakhir. Dalam sosialisasi tersebut, pedagang diberi pemahaman mengenai pentingnya penataan ulang pasar serta manfaat dari pasar modern yang akan dibangun oleh pemerintah kota Bengkulu
“Kita tidak ingin ada gesekan. Oleh karena itu, sesuai arahan dari bapak Wali Kota Bengkulu bahwa Disperindag yang menangani masalah pasar dan SAT PP Kota Bengkulu agar menegak kan Perda Pemkot Bengkulu. Maka yang kita lakukan pertama pendekatan secara edukatif. dan kita juga sudah layang kan surat teguran supaya pedagang bongkar sendiri bangunan mereka yang selama ini berdiri di bahu jalaan tanpa izin alias liar,” terang Bujang HR. (AK)